WhatsApp Uji Fitur Penangkis Link Mencurigakan

Penyebaran berita palsu dan provokasi tentang penculikan anak yang tersebar melalui WhatsApp di India memicu pertikaian bahkan menelan korban jiwa. Layanan milik Facebook ini pun ditekan pemerintahan India membuat filter untuk mencegah penyebaran berita palsu dan konten provokatif di platformnya.

Dikutip dari postingan blog WABetainfo, saat ini WhatsApp sedang melakukan pengujian fitur baru pada versi beta WhatsApp 2.18.206. Fitur tersebut akan mendeteksi link-link mencurigakan untuk memperingatkan pengguna sebelum membuka tautan tersebut.

Fitur ini akan menjalankan pemeriksaan latar belakang dari setiap tautan yang dibagikan untuk memverifikasi apakah informasi itu benar. Nantinya jika link tersebut dinilai mencurigakan, akan ada tulisan “suspicious link detection” atau link mencurigakan.

Jika pengguna memutuskan untuk mengabaikan peringatan tersebut dan masih mengklik untuk membuka tautannya, WhatsApp kembali memunculkan peringatan yang menanyakan pengguna apakah mereka yakin ingin lanjut membukanya.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Sebelumnya, WhatsApp juga menawarkan para peneliti dana hibah untuk mempelajari penyebaran hoax di India. Jika proposal yang diajukan peneliti diterima, mereka akan mendapatkan dana hibah sebesar USD 50.000 atau sekitar Rp 720 juta.

Dana ini kemudian digunakan untuk meneliti beberapa aspek dari berita palsu di WhatsApp seperti isu yang terkait dengan pemilihan umum, konten viral, dan literasi digital.

“Kami akan secara serius mempertimbangkan proposal dari perspektif ilmu sosial dan teknologi yang mengusulkan proyek yang akan memperkaya pemahaman kami tentang masalah misinformasi di WhatsApp,” demikian pengumuman WhatsApp.

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *