Warisan Medali Emas Pertama Timnas Indonesia Di Sea Games 1979, Kilas Balik Wiel Coerver

SEA Games 1979 yang digelar di Jakarta adalah sejarah bagi Timnas Indonesia setelah meraih medali pertama pada cabang sepak bola. Indonesia yang berstatus tuan rumah menantang Malaysia pada partai final tahun 1979. Di depan hampir 100 ribu penonton di Stadion Utama Senayan (sekarang SUGBK), Indonesia yang ditangani pelatih asal Belanda, Wiel Coerver, kalah 0-1 lewat gol yang dicetak Mokhtar Dahari pada menit ke-21. Kemenangan itu membuat Malaysia mempertahankan medali emas.

Hanya meraih medali perak memang mengecewakan, apalagi Indonesia punya kans memenangi pertandingan. Di balik kegagalan tersebut, ada perjuangan luar biasa dari tim yang disebut sebagai cikal bakal salah satu skuat terbaik Timnas Indonesia, yakni skuat Pra Piala Dunia 1986. Salah satu yang menarik dari episode Timnas Indonesia ini adalah sang pelatih, yang mendapat julukan sebagai Albert Einstein-nya sepak bola dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu Tim yang di segani di asia.

Wiel Coerver meninggalkan warisan yang masih relevan dan penting untuk diteladani pemain Timnas Indonesia era sekarang yaitu:

1. Konsistensi berlatih dan kerja keras

Wiel Coerver menciptakan metode Pyramid of Player Development yang mencakup penguasaan bola individu, kecepatan, dan permainan grup kecil, dan prosesnya lebih fokus pada setiap individu.

“Wiel Coerver menggunakan cara yang simpel, kami selalu berlatih dengan bola, memaksimalkan kedua kaki, dan dengan tingkat frekuensi tinggi. Tapi, ia menjadikan kami memiliki karakter kuat, baik fisik maupun mental. Kunci utamanya adalah kerja keras,” kata Dede Sulaiman.

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

2. Solidaritas dan profesionalisme

Saat pertama menukangi Timnas Indonesia, Wiel Coerver memperjuangkan nasib para pemain di depan pengurus PSSI. Pada waktu itu, Coerver memiliki prinsip ia tak ingin penghasilannya lebih banyak dari pasukannya.

Bagi mereka, mengenakan seragam Garuda adalah sebuah kebanggaan dan tanggung jawab. “Semangat dan nasionalisme selalu didengungkan pemain pada waktu itu, baik saat latihan, di tempat tidur pemain, dan menjelang pertandingan,” tegas Dede.

3. Warisan ilmu

Wiel Coerver juga menyisakan ilmunya kepada pelatih-pelatih lokal yang berpotensi membesut timnas, seperti Sinyo Aliandoe, Harry Tjong, hingga Bertje Matulapelwa. Saat berada di Indonesia, ia kerap mengadakan diskusi dengan pelatih lokal dengan tujuan mencetak lebih banyak pelatih sehingga Indonesia bisa memaksimalkan talenta pemain.

Anjas Asmara, legenda Timnas Indonesia, menyebut Wiel Coerver sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah menangani Indonesia dan memiliki keinginan untuk mengajarkan sepak bola yang baik kepada anak-anak asuhnya.

“Saya ingat Wiel Coerver. Dia pelatih hebat karena mau mengajarkan semua teknik sepak bola yang dia ketahui. Ia mau mengajar semua teknik itu agar para pemain sepak bola yang dilatihnya bisa bermain dengan maksimal sampai ke batas potensi mereka,”

Semoga artikel ini berguna bagi Timnas Indonesia untuk menjadi BURUNG GARUDA yang perkasa di benua ASIA.

“Semangat terus TIMNAS ku dan jadilah BURUNG GARUDA yang perkasa, Raihlah Emas bagi negara tercinta kita INDONESIA”

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *