‘Uang’ Prabowo di Antara Donasi Ongkos Politik

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kekurangan dana politik untuk maju dalam Pilpres 2019. Namun di sisi lain, beredar uang rupiah pecahan 100 ribu dan 50 ribu berstempel Prabowo dan Ganti Presiden 2019. Untuk mendanai perjuangan politiknya, Prabowo membuat program donasi. Penggalangan dana ini dia sampaikan melalui akun Facebook-nya. Saudara-saudara saya merancang suatu program pencari dana dari rakyat langsung dari pendukung saya dan Gerindra, saya namakan program ini Galang Perjuangan,” ujar Prabowo dalam sebuah video yang dia unggah dalam akun Facebooknya.

Bahkan, kata Prabowo, pihaknya sudah menyiapkan nomor rekening dan cara untuk mengirim bantuan tersebut. “Kalau kau benar-benar ingin ada perbaikan, mendukung saya, Gerindra dan calon gubernur terbaik yang sebentar lagi pilkada, saya mohon bantuan,” kata Prabowo. “Kalau kau sanggup mengirim Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan seterusnya, terima kasih. Akan sangat-sangat berarti. Bayangkan Rp 20 ribu kalau disamakan 1 kotak rokok atau 2 mi instan, saudara bisa mengubah masa depan bangsa,” kata dia.Prabowo mengatakan, penggalangan dana ini akan diawasi dan dijaga ketat oleh akuntan publik. Prabowo memberikan gambaran, jika setengah dari 10 juta pengikutnya di Facebook masing-masing mengirimkan Rp 20 ribu, maka jumlah tersebut sudah cukup untuk memperkuat Gerindra dan kader-kadernya yang akan bertarung di pilkada.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Penggalangan dana ini dilakukan lantaran demokrasi berbiaya sangat tinggi. Sehingga hanya pihak yang memiliki modal besar dan atau didukung oleh pemilik modal besarlah yang akan menang. “Demokrasi liberal berbiaya tinggi ini mengakibatkan banyaknya para pemimpin kita di semua level, mulai dari tingkat desa sampai dengan tingkat nasional tersandera oleh kepentingan pemilik modal yang mendukungnya maju di kancah pemilihan. Dampaknya, semakin hari semakin banyak pemimpin kita yang terjerat kasus korupsi dan persekongkolan bisnis kebijakan,” ucap Prabowo.

Kurangnya dana politik, diakui Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. Karena itu, muncul penggalangan dana perjuangan politik. “Di sisi lain juga, jujur saja bahwa perjuangan yang besar dan perjuangan yang berat memerlukan dana perjuangan yang besar. Dan kemampuan kami untuk membiayai perjuangan ini terbatas,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dia menjelaskan, partainya sedang memerlukan dana politik yang besar. Sebab, banyak kebutuhan politik jelang pemilu yang harus ditanggung sendiri oleh partai. “Sumber dana kami juga terbatas, sementara biaya politik yang harus kami tanggung tidak kecil, sehingga hal-hal itu yang menyebabkan kami harus melakukan cara seperti itu, kenapa galang dana itu dilakukan,” ungkap Muzani.

Wakil Ketua MPR ini menjelaskan, dari dana kolektif kadernya di DPR dan DPRD, Partai Gerindra hanya mengumpulkan dana 20 persen dari kebutuhan. Dana itu juga telah digunakan untuk kebutuhan di setiap daerah.Selama ini berjalan efektif dan digunakan untuk kebutuhan politik partai di tingkat masing-masing dan jumlahnya kurang lebih 20 persen dari total pembiayaan kami. Jumlah itu tentu saja sebagian besar digalang oleh sumber-sumber lain,” papar Muzani.

Meski begitu, dia menilai penggalangan dana ini sebagai bentuk kejujuran dan penggambaran posisi Gerindra saat ini. Dia juga tidak memungkiri penggalangan dana ini akan menaikkan elektabilitas partainya. “Selain intensif materi ya barangkali ada insentif elektabilitas. Tetapi kami menyampaikan ini sebagai sebuah keadaan yang sebenarnya, kami jujur saja memiliki cita-cita yang tulus, kita memiliki semangat, dan memiliki pembiayaan politik yang besar yang harus bisa digotong bersama-sama,” pungkas Muzani

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *