Takut Ditangkap, Taipan Arab Saudi Pindahkan Harta ke Luar Negeri

Orang-orang terkaya Arab Saudi berbondong-bondong memindahkan asetnya ke luar negeri untuk mengindari resiko tertangkap pihak berwajib. Penangkapan terhadap petinggi kerajaan dan belasan pebisnis memberi ketakutan tersendiri bagi orang-orang berduit di sana, menurut sumber yang tidak ingin diungkap identitasnya.

Beberapa miliarder Arab Saudi menjual investasi mereka di negara Gulf Coopertaion Council (GCC) dan mengubahnya ke dalam bentuk tunai atau kepemilikan di luar negeri. Sebagian miliarder yang lain bahkan sedang dalam diskusi dengan manajer keuangannya untuk memindahkan asetnya ke ‘tempat yang lebih aman’.

Sebelumnya, praktik di jazirah Arab Saudi diestimasi merugikan negara US$ 100 miliar selama beberapa dekade, menurut Jaksa Agung Sheikh Saud Al Mojeb. Total 208 individu telah ditangkap untuk dimintai keterangan, dan 7 diantaranya dibebaskan. Sebelum penangkapan dari puluhan petinggi kerajaan dan pebisnis, orang berduit asal Arab Saudi adalah kesayangan bank-bank global seperti Deutsche Bank, UBS, Credit Suisse. Institusi keuangan ini berlomba-lomba mengelola kekayaan para miliarder tersebut.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

“Banyak investor luar negeri melihat kawasan teluk sebagai tempat yang stabil dan dapat diprediksi untuk berbisnis. Ada persepsi yang berkembang bahwa tata kelola menjadi semakin sewenang-wenang atau setidaknya kurang berbasis peraturan,” tutur ekonom Standard Chartered Bank London, Philippe Dauba-Pantanacce.

Menyusul penangkapan tersebut, bank sentral Arab Saudi meminta bank komersil lain untuk membekukan aset dari puluhan orang yang tertangkap. Lebih lanjut, bank sentral Uni Emirat Arab juga diminta keterangan tentang 19 warga Arab Saudi yang terlibat dalam dugaan korupsi tersebut. Kini pihak Kerajaan tengah berunding dengan orang-orang yang ditangkap. Mereka diwajibkan untuk menyerahkan 70 persen aset apabila ingin bebas.

Ada kesepakatan soal memisahkan uang dengan aset seperti properti dan saham. Pemerintah juga akan memeriksa akun bank untuk mengecek jumlah uang milik orang-orang yang ditahan,” kata sumber yang dirahasiakan identitasnya. Jika mereka setuju maka dana itu akan masuk ke anggaran pemerintah.

Arab Saudi selama ini sangat bergantung dengan minyak dan rendahnya harga minyak dalam beberapa tahun belakangan menyebabkan defisit anggaran mencapai rekor hingga US$ 98 miliar pada 2015 dan tahun lalu defisit mencapai US$ 79 miliar. Pemerintah Arab Saudi juga memotong pengeluaran negara dan menaikkan pajak untuk mengatasi defisit anggaran. Pengamat menilai tawaran kesepakatan ini bisa mengakhiri kehebohan kampanye anti-korupsi di Saudi tapi juga mempengaruhi citra Saudi di mata para investor.

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *