Sisir Lokasi Tewasnya Pensiunan TNI AL, Anjing Pelacak Berhenti di Tempat Ini

Aparat Kepolisian menurunkan anjing pelacak di Rumah pensiunan TNI AL yang berlokasi Kompleks TNI AL, Jalan Kayu Manis RT 07/06 No 18, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Pemilik rumah bernama Hunaedi, (83) ditemukan tewas bersimbah darah di ruang tengah.

Pantauan Liputan6.com, Kamis (5/4/2018) sekitar 22.30 WIB, dua anggota polisi membawa seekor anjing pelacak langsung masuk ke dalam menyisir dalam rumah pensiunan TNI AL. Sekitar 15 menit anjing pelacak melakukan tugasnya. Saat itu, warga pun diminta mundur

Tolong semua mundur. Jangan deket-deket ke sini nanti anjingnya keder. Tolong mundur bantu polisi yaa,” ucap warga memakai baju putih.

Polisi dan anjing pelacak masih terus menyisir hingga 500 meter dari arah rumah tewasnya pensiunan TNI AL. Arahnya ke Cinere Depok. Anjing pelacak itu pun berhenti di sebuah rumah penjual batu alam. Hingga kini polisi masih menelusuri rumah tersebut

Warga kerumuni Rumah pensiunan TNI AL yang berlokasi Kompleks TNI AL, Jalan Kayu Manis RT 07/06 No.18 Kel. Pondok Labu Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018) malam.

Pantauan Liputan6.com, sekitar ratusan warga nampak memadati depan rumah tersebut. Mereka penasaran melihat peristiwa yang terjadi dalam rumah tersebut. Tidak jauh dari lokasi bahkan, telihat sejumlah ibu-ibu menangis hiteris. Salah satu di antaranya berbicara lewat sabungan telepon.

“Bapak udah enggak ada umur Ti. Bapak udah enggak ada. Saya mau nangis di sana enggak enak, ada nenek,” ucap wanita berkerudung itu.

Diketahui pemilik rumah bernama Hunaedi tewas bersimbah darah di ruang tengah rumahnya. Saat ini, rumah korban sudah dipasangi garis polisi. Polisi dan anggota TNI AL pun terlihat berlalulalang di lokasi dan melakukan olah TKP.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Stefanus Tamuntuan mengatakan, korban ditemukan dalam keadaan tengkurap. Hasil pemeriksaan sementara pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka.

“luka robek. Antara lain dua di bagian bawah dada kiri dan satu dilengan kiri,” ujar Stefanus dalam keterangan resminya yang diterima Liputan6.com, Kamis (5/4/2018).

Stefanus mengatakan, insiden ini terjadi sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu, korban sedang mengaji di kamar tengah. Sementara isteri korban mengaji di kamar tidur.

Tiba-tiba saja pintu rumah korban diketok orang. Tak lama setelah itu, istri korban mendengar suara teriakan minta tolong lalu mencoba menghampirinya.

“Ketika keluar kamar melihat korban sedang dianiaya. Istri korban langsung histeris meminta pertolongan,” tutup dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *