Polisi Tangkap Pemilik Situs Penyebar Hoax tentang PDIP

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim menangkap Jhon Kenedy Sinaga, pengelola situs Harokah. Tersangka diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah terhadap PDIP. Kasubdit II Dittipidsiber, Kombes Asep Safrudin mengatakan Jhon ditangkap di Medan, Sumatera Utara. Tersangka, sambung dia, diduga memasang berita berjudul ‘Umat Islam Yang Ada PDIP Dihimbau Keluar’ dalam portal berita tersebut.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain satu unit laptop, satu unit telepon genggam, dua buah kartu ATM dan satu lembar KTP. Kepada tersangka dikenakan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) dan atau Pasal 45a ayat (2) jo 28 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang Penghinaan/Pencemaran Nama Baik dan atau SARA. “Tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya dibawah 5 tahun penjara,” terang Asep.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Baliho Hoax

Selain itu, beberapa waktu lalu, polisi menangkap ibu rumah tangga berinisial RS (37) yang diduga melakukan hate speech atau ujaran kebencian dan memuat baliho hoax terkait Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Konten tersebut dimuat di akun Facebook RS. Pada akun tersebut, RS mengunggah gambar baliho hasil editan yang menyatakan ‘PDIP tidak membutuhkan suara dari umat Muslim.’

“Kami meringkus satu orang pelaku hate speech atau ujaran kebencian atas postingan di akun Facebook di daerah Ciparay, Jawa Barat kemarin malam,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya. RS ditangkap di rumahnya di kawasan Ciparay, Bandung, Jawa Barat. Penangkapan tersebut dilakukan setelah tim patroli siber mendapati konten bernuansa ujaran kebencian di akun Facebook RS.

Dijerat UU ITE

“Jadi RS ini setelah diselidiki oleh anggota, dia menulis status yang benada kebencian kepada salah satu parpol yang ada di Indonesia,” kata Argo. Saat ini, wanita tersebut masih diperiksa secara intensif oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Akibat perbuatannya itu, RS dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *