Perdagangan Bayi Kembali Terjadi Di Simalungun

Jajaran Polres Simalungun, mengungkap praktek perdagangan bayi. Sedikitnya diamankan 14 orang diduga terlibat. Diantaranya, penjual dan pembeli bayi, dukun beranak, bidan serta beberapa bayi. Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan menerangkan, sebanyak 14 orang diamankan karena diduga kuat terlibat perdagangan delapan bayi. “Kebanyakan kasusnya di Polsek Tanah Jawa. Selain itu ada juga di Parapat,” sebut AKBP Marudut, Senin (7/8).

Dia mengutarakan, pengungkapan kasus bermula dari informasi ada seorang pelayan kafe bernama Lentina Panjaitan hamil besar tapi tiba-tiba perutnya sudah kempes. Warga yang curiga kemudian memberitahu kepada polisi, karena diduga telah menjual anaknya lewat dukun beranak yang disebut-sebut bernama Hot Mariana Manurung.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan lebih jauh, hingga akhirnya mengungkap penjualan bayi tersebut. “Ada perantara setelah melahirkan di klinik praktek Bidan Ernani Simanjuntak. Bayi dijual melalui bidan pembantu Eni Putri Ayu Sinurat. Dia lalu menjual kepada pasangan Periadi dan Rosdiana dengan dalih biaya bersalin Rp15 juta,” terangnya.

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Menurutnya, kebanyakan alasannya menjual bayi karena ekonomi, tak mampu membayar biaya persalinan. Bayi itu disinyalir hasil hubungan gelap di kafe remang-remang. Ke-14 orang yang diamankan telah melanggar tindak pidana perdagangan anak dan mengadopsi dengan ilegal, sebagimana diatur dalam pasal 68 junto pasal 83 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tenatang perlindugan junto pasal 55 ayat 1 ke 1e KUH-Pidana atau pasal 79 Undang-undang Nomor.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sementara, Kapolsek Tanah Jawa Kompol Anderson Siringo-ringo menuturkan, praktik perdagangan bayi ini jelas ilegal. Sebab, tanpa sepengetahan Dinas Sosial dan Pengadilan. Dia menerangkan, praktek itu sudah berlangsung sejak Tahun 2010. Mereka ini rata-rata pelayan kafe yang melahirkan hasil hubungan di luar nikah. Anaknya dijual dengan alasan diurus orang lain kepada bidan Ernani Simanjuntak dan Eni P Sinurat dibantu dukun beranak bernama Hot Maurina Manurung yang menjadi perantara ke calon pembeli bayi.

AKP Anderson menyebutkan, pihaknya masih mengejar dan mencari orang tua penjual bayi serta pembeli yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang. Dan bayi yang sudah dijual ada delapan. “Itu Si Lentina aja sudah tiga kali menjual bayinya” . Artinya kita menduga ini bukan sekadar alasan kesulitan ekonomi semata. Bayi ada yang dijual ke Batam, Asahan dan daerah lainnya yang masih kita kembangkan,” tegasnya.

Dia menambahkan, harga bayi dijual bervariasi. Ada yang dijual seharga Rp2,7 juta, Rp7 juta, Rp10 juta hingga Rp15 juta. “Dana itu dengan alasan uang bersalin ditanggung para pembeli. Mereka pakai sistem transfer ke bidan pembantu si Eni P Sinurat,”

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *