Menkominfo Jamin Pemblokiran Total Kartu SIM Tak Bakal Molor

Di tengah isu kebocoran data pelanggan registrasi kartu SIM prabayar, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memastikan proses pemblokiran tetap berlangsung dan tak akan diperpanjang. Untuk menjamin hal itu, Komisi I DPR RI juga akan membentuk panitia kerja (Panja) perlindungan data pelanggan seluler prabayar. Hal tersebut juga disepakati Menkominfo Rudiantara. Sekadar informasi, Panja mengemban tugas menyelidiki soal potensi kebocoran data pribadi pelanggan registrasi kartu SIM prabayar.

Tak cuma itu, pembentukan Panja juga menjadi upaya DPR untuk menanggapi isu kebocoran data kependudukan milik pelanggan prabayar yang ramai dibicarakan masyarakat. Dengan demikian, Rudiantara menegaskan kalau pembentukan Panja juga tidak akan memberikan dampak kepada proses pemblokiran final registrasi kartu SIM prabayar. Pemblokiran total, katanya, tetap berlangsung pada 1 Mei 2018. “Enggak (registrasi kartu SIM diperpanjang). Panja ini adalah bagaimana kita memperkuat memperkuat perlidungan data pribadi, karena mau bagaimanapun ini untuk melindungi data, bukan untuk registrasi prabayar,” kata Menkominfo Rudiantara.

“Saya katakan, tanpa harus menunggu Panja ini, proses rekonsiliasi (registrasi kartu SIM) tetap harus jalan, kita notifikasi pelanggan. Jadi, layananbisa lebih bagus dong. Ini (perpanjangan registrasi dan Panja) adalah dua hal yang berbeda, tetapi jalannya paralel,” tambah pria yang karib disapa Chief RA ini. Jadi, Rudiantara sekali lagi menekankan, proses pemblokiran registrasi kartu SIM tak akan berubah dan tetap saklek dengan yang sudah ditetapkan. Untuk diketahui, masa registrasi kartu SIM prabayar yang dimulai sejak 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018 telah selesai.

Sesuai dengan ketentuan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama operator telekomunikasi telah menjalankan pemblokiran tahap pertama pada pelanggan yang tidak melakukan registrasi. Berdasarkan data yang dipaparkan oleh tiga pimpinan operator telekomunikasi dalam rapat kerja Kemkominfo dengan Komisi I DPR RI di Ruang Rapat Komisi I Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/3/2018), total sudah ada 34,2 juta kartu SIM prabayar yang memasuki pemblokiran tahap pertama.

Dari jumlah tersebut, diketahui operator Telkomsel telah memblokir 13 juta nomor pelanggan prabayarnya. Kemudian, Indosat Ooredoo telah melakukan pemblokiran terharap 11,6 juta pelanggan prabayar. Sementara, XL Axiata memblokir 9,6 juta nomor prabayar pelanggannya yang tidak melakukan registrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *