Menebak Kepribadian dari Cara Memperlakukan Uang, Kamu Tipe yang Mana?

Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Tidak ada orang yang bisa memaksa orang lain untuk memiliki kepribadian yang sama dengannya. Perbedaan yang ada dalam kepribadian dapat memungkinkan adanya interaksi saling tolong menolong antar manusia.

Hal tersebut karena pada dasarnya setiap orang memandang sebuah obyek dengan persepsinya masing-masing, termasuk jika obyek tersebut adalah uang. Mungkin ini agak asing, tapi cukup menarik karena bagaimana cara seseorang memandang atau memperlakukan uang bisa mengungkap kepribadian Anda.

Berikut 4 kepribadian seseorang yang didasarkan dari cara dia melihat uang seperti diungkapkan oleh Psikolog Keuangan Dr. Brad Klontz. Dari empat penggolongan kepribadian, yang manakah Anda? Kenali ciri-cirinya

  • Nah, sesuai dengan namanya, yang termasuk berkepribadian budak uang adalah mereka yang cenderung mendewakan keberadaan uang. Hal inilah yang mendorong mereka untuk bekerja terlampau keras hanya untuk memastikan bahwa uang yang mereka kumpulkan sudah berlebihan jumlahnya.

Tak tanggung-tanggung, mereka juga tidak akan ragu untuk meninggalkan keluarga mereka dalam jangka waktu yang lama hanya untuk terus mengais rezeki. Selain itu, mereka juga beranggapan bahwa kunci sebagian besar permasalahan adalah uang.

Semakin banyak uang yang mereka miliki, maka semakin cepat masalah tersebut selesai. Maka keberadaan uang menjadi alasan kebahagiaannya. Mereka berpikir bahwa semakin banyak uang yang mereka miliki maka semakin bahagialah hidup mereka.

Bukan hanya itu, mereka juga berasumsi bahwa mereka bisa mendapatkan kebebasan dengan uang. Inilah yang mendorong mereka untuk terus berbelanja guna mencari arti kesenangan. Padahal, apapun benda terakhir yang mereka beli, tidak pernah menjadi alasan kesenangan mereka

Si pencari status cenderung berpikiran bahwa harga diri seseorang terletak pada kekayaan yang dimiliki oleh orang tersebut. Kekayaan itu bisa tercermin dari benda-benda yang mereka gunakan, misalkan tas, sepatu, dan lain sebagainya.

Tentunya hal yang mereka beli tersebut adalah sesuatu yang baru. Oleh karena itulah, mereka yang berkepribadian si pejuang status, tidak akan membeli barang bekas karena masih ada sisi gengsi di sana.

Mereka juga akan memastikan bahwa yang mereka beli adalah benda dengan kualitas terbaik. Barang-barang yang mereka beli tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan ke semua orang bahwa mereka sangat penting di dunia ini.

Akan tetapi, kepribadian semacam ini tentunya akan sangat buruk dalam hal kejujuran. Selain membohongi diri sendiri mengenai kemampuan penghasilan, mereka juga sering membohongi keluarga mereka.

Berjudi tidak jarang ditemukan pada kalangan ini, karena memang mereka sangat membutuhkan uang untuk membuat mereka terpandang

Si waspada adalah julukan bagi mereka yang memiliki kewaspadaan tertentu dalam hal keuangan. Mereka berperilaku sangat terbalik dengan para pejuang status. Mereka lebih mementingkan masa mendatang dibandingkan masa sekarang.

Hal inilah yang membuat mereka giat menabung untuk mengumpulkan dana masa depan mereka. Ketika hendak membeli barang pun, sebisa mungkin mereka akan menghindari kredit, karena mereka sadar bahwa ada tagihan tambahan yang wajib mereka bayarkan di kemudian hari.

Si waspada sangat peduli akan pentingnya keberadaan uang di saat-saat darurat. Saat-saat darurat tersebut bisa datang kapan saja. Inilah yang membuat si waspada terus termotivasi untuk tetap menabung. Sebisa mungkin mereka hanya membeli hal-hal yang mereka butuhkan saja.

Si penghindar uang adalah julukan bagi mereka yang boros. Biasanya orang-orang yang memiliki karakter ini sangat mudah dalam mengeluarkan uang. Karakter ini beranggapan bahwa uang yang dimilikinya terlampau banyak.

Hal inilah yang mendorongnya untuk terus-menerus melakukan pengeluaran dengan berbelanja dan membeli hal-hal yang sama sekali tidak mereka perlukan. Dengan demikian, tidak heran jika di rumah mereka banyak benda-benda yang dibeli menumpuk karena tidak terpakai.

Selain itu, mereka juga berpikir bahwa setiap orang kaya adalah tamak. Bukan hanya itu saja, mereka juga cenderung berpikir bahwa orang-orang yang kini kaya adalah orang yang dulunya suka memanfaatkan orang lain untuk kepentingan mereka sendiri.

Hal tersebut semakin mendorongnya untuk terus mengeluarkan uang dari saku mereka. Parahnya lagi, mereka sering mengabaikan laporan keuangan mereka dari pihak bank.

Apapun Kepribadiannya, Menghargai Uang itu Penting

Harus diakui bahwa tidak mudah untuk mencari uang di masa sekarang. Kita harus dihadapkan dengan pekerjaan yang memusingkan dengan banyak rintangan di dalamnya. Oleh karena itu, mulailah untuk menghargai uang. Apapun kepentingan Anda, cobalah untuk tidak terlampau mudah mengeluarkan uang dan juga tidak terlampau sulit untuk mengeluarkannya untuk keperluan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *