Megaproyek Ratusan Triliun Anies-Sandi, Realistis Atau Gak..?

Alexis hingga becak — sejak memimpin DKI Jakarta, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berupaya mencicil janji politik yang terlanjur menumpuk. Dan, pada Kamis 18 Januari 2018, batu pertama rumah DP 0 rupiah senilai Rp 800 miliar diletakkan. Bentuknya vertikal bukan rumah tapak. Belum juga usai, sejumlah rencana megaproyek dibeber ke publik: Jakarta integrated tunnel (JIT) atau jalan tol bawah tanah, light rail transit (LRT) sepanjang 200 kilometer, juga stadion Persija bertaraf internasional. Butuh dana ratusan triliun untuk mewujudkannya.

Dua proyek raksasa, jalan tol bawah tanah dan LRT, digadang-gadang bisa jadi solusi banjir dan kemacetan di ibu kota yang sudah akut. Tol bawah tanah rencananya akan mulai dikerjakan tahun ini. Pemprov DKI mengaku sudah menjajaki kerja sama dengan PT Antaredja Mulia Jaya, yang nantinya akan bekerja sama dengan Badan Usaha PT Jakarta Toll Development. Tol bawah tanah itu direncanakan terdiri dua ruas, Balaikambang-Manggarai dan Ulujami-Tanah Abang. Proyek ini diestimasi menelan biaya sekitar Rp 40 triliun dari dana non-APBD.

Untuk LRT, Anies-Sandi berniat menggarap proyek itu pada 2020 hingga 2025. Total investasinya sungguh luar biasa, sekitar US$ 25 miliar atau sekitar Rp 335,49 triliun (kurs Rp 13.419 per dolar Amerika Serikat). Proyek ini juga akan dikerjakan swasta dengan konsep full business to business (B to B). Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto mengatakan, sah-sah saja Anies-Sandi merancang proyek mercu suar demi membangun Jakarta yang lebih baik.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Namun, menurut dia, pembangunan LRT sepanjang 200 kilometer — melebihi jarak Jakarta ke Bandung– bukan hal mudah. Banyak yang harus disiapkan, terutama soal pendanaan. Terlebih proyek itu akan dikerjakan pihak swasta. “Ini kan bukan proyek setahun dua tahun. Tapi bertahun-tahun. Bisa dipastikan enggak dananya ada hingga selesai proyek,” ujar Sugianto. Sugianto menyatakan, bukan tidak mungkin LRT Anies-Sandi akan mangkrak dan jadi “monumen kegagalan” monorel Jilid II jika pendanaannya tersendat di tengah jalan.

“Ini perlu dipikirkan secara serius. Monorel yang jaraknya puluhan meter saja terhenti. Ini jaraknya ratusan kilometer,” ujar dia. Selain pendanaan, Sugianto menegaskan perlunya komitmen jangka panjang dengan memastikan siapapun pemimpin Jakarta usai Anies-Sandi, bersedia melanjutkan megaproyek LRT ini. “Monorel terhenti selain tak ada dana juga tak ada dukungan total pemerintah sesudahnya. Ini bisa jadi pembelajaran,” ujar dia.

Seperti diketahui, proyek monorel yang digagas Gubernur Sutiyoso dan digarap swasta mandek di tengah jalan karena tidak ada dana dan dukungan pemerintahan berikutnya. Tiang-tiang monorel, dengan kawat baja tebal mencuat, di sepanjang Jalan Asia Afrika hingga Jalan HR Rasuna Said Kuningan, kini jadi monumen yang mengganggu pemandangan Jakarta.

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *