Mahasiswa Surabaya Retas Sistem di 44 Negara

Polda Metro Jaya menangkap 3 hacker atau peretas 600 website yang tersebar di 44 negara. Para pelaku yang merupakan mahasiswa Surabaya itu masih kuliah di Jurusan Teknologi Informatika (IT). “Masih semester lima dan enam,” kata Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu di Mapolda Metro Jaya. Dia menjelaskan, para terduga pelaku itu tergabung dalam komunitas peretas bernama Surabaya Black Hat (SBH). Mereka melancarkan aksinya dengan menggunakan metode SQL Injection yang bisa merusak database sebuah website.

Sejak memulai aksinya 2017 silam, para peretas itu pun telah meraup keuntungan sebanyak Rp 200 juta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya mengungkap kasus tersebut setelah menerima informasi dari pusat pelaporan kejahatan di New York, Amerika Serikat. Laporan menyebut adanya puluhan sistem di berbagai negara yang mengalami kerusakan.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Setelah ditelusuri, ternyata pelakunya menggunakan IP Address yang berada di Indonesia, tepatnya Surabaya. “Kita kerja sama dan mendapat informasi itu. Kita analisa sampai dua bulan berdasarkan informasi dari FBI itu,” kata Argo. Argo menambahkan, tidak hanya 600 website yang berhasil diretas. Dalam pengembangan, ada 3 ribu sistem yang jadi sasaran para pelaku dengan inisial NA (21), KPS (21), dan ATP (21) itu.

“Jadi memang targetnya ada enam orang, tetapi hanya menangkap tiga,” pungkas Argo Yuwono. Terkait modus, para peretas awalnya merusak sistem para target mereka. Setelah itu, mereka menawarkan perbaikan dengan tarif tertentu. Jika penawaran ditolak, maka sistem para korban akan dirusak total.

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *