Keluar dari Gedung KPK, Fredrich Yunadi Kenakan Rompi Oranye

Setelah menjalani pemeriksaan sejak dinihari, Pengacara Fredrich Yunadi akhirnya keluar dari gedung KPK di Jakarta Selatan. Dia tampak mengenakan pakaian khas tahanan KPK yang berwarna oranye. Fredrich berjalan keluar dari ruang pemeriksaan KPK dengan mengenakan rompi oranye. Dia tampak dikawal sejumlah penyidik KPK.

Penyidik KPK sebelumnya menangkap tersangka kasus dugaan menghalangi penyidikan e-KTP, Fredrich Yunadi, di Kawasan Jakarta Selatan, Jumat 12 Januari 2018. Saat ditangkap, mantan pengacara Setya Novanto itu tidak melakukan perlawanan.

“Tadi penangkapan berjalan dengan baik yang kami lakukan adalah membagi tim di beberapa lokasi. Tidak ada perlawanan tadi dan sudah dibawa ke kantor KPK,” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, Fredrich tak memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan e-KTP yang mejerat Setya Novanto. Melalui kuasa hukumnya, dia meminta penundaan pemeriksaan dirinya lantaran proses pemeriksaan etik dirinya akan dilakukan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

“Mereka tertangkap tak jauh dari sekolahan kami,” ujar Rohmah. Kapolsek Tanah Sareal Kompol Muis Effendi mengatakan, penyerangan dan pengrusakan itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, disaat siswa SMK Yapis sedang melakukan kegiatan belajar mengajar. “Mereka menyerang dan melakukan pengrusakan,” kata Muis.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Manipulasi Data Medis

Sebelumnya, KPK menetapkan bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi (FY) dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo (BST) sebagai tersangka. Keduanya diduga menghalang-halangi penyidikan KPK dalam kasus megakorupsi e-KTP.

KPK menduga, data medis terdakwa kasus e-KTP, Setya Novanto, dimanipulasi. Ini yang menjadi dasar bagi KPK menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, dan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka. Menurut dia, skenario ini disusun untuk menghindari pemeriksaan Setya Novanto oleh penyidik KPK.

Selain itu, KPK memastikan bahwa mantan Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi memesan satu lantai di RS Medika Permata Hijau sebelum Setnov mengalami kecelakaan. KPK mengaku memiliki bukti terkait pemesanan tersebut.

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *