ITS Adakan “Facing Industrial Revolution 4.0 Engineers” Siap Berkerja

Menghadapi dunia kerja memang gak mudah, apalagi di era digital seperti sekarang ini. Karena itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan rangkaian acara bertajuk “Facing Industrial Revolution 4.0 Engineers” (FIRE) pada 21 September 2018. Tujuannya untuk menyiapkan mahasiswa agar bisa bersaing di era revolusi industri 4.0 dengan pembekalan ilmu dan keterampilan.

1. Acara dibuka oleh Rektor ITS, Prof. Joni Hermana, PhD dengan imbauan “thinking out of the box”

Bersaing di kancah internasional itu gak mudah. Untuk itu, Prof. Joni Hermana, PhD mengimbau para mahasiswanya untuk berpikir berbeda (thinking out of the box). Caranya dengan berinovasi atau menciptakan hal baru. Semua itu gak akan tercipta jika mahasiswa gak memiliki bekal ilmu dan keterampilan yang cukup.

2. Generasi millennials dihadapkan pada revolusi industri 4.0

Acara dilanjutkan dengan seminar bertajuk “Industrial Revolution 4.0: Introduction, Concepts, and Elements” oleh Prof. Ketut Buda Artana. Prof Ketut menyampaikan bahwa dunia ini telah mengalami tiga kali revolusi industri. Revolusi industri pertama pada periode 1750-1850 atau saat mesin uap ditemukan.

Saat itu, terjadi jejaring logistik ketika barang-barang mudah untuk dipindahkan. Revolusi industri kedua terjadi saat listrik ditemukan yang berdampak pada munculnya jejaring energi. Kemudian, revolusi industri ketiga muncul saat komputer ditemukan yang berdampak pada munculnya jejaring informasi. Lalu, gimana dengan revolusi industri 4.0?

Revolusi industri 4.0 terjadi saat semua jejaring telah terhubung. Karena kemudahan itulah, diharapkan generasi muda mulai membuat inovasi. Prof. Ketut menyampaikan, “Kalau diberikan kesempatan dan metode pembelajaran untuk berkembang, pasti bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.” Dia percaya bahwa generasi sekarang potensial karena dilahirkan pada zaman yang potensial pula.

3. Sejauh ini, sebenarnya Indonesia gak kalah dari negara lain

Pada kesempatan yang sama, Dr. Muh. Nur Yuniarto menambahkan bahwa generasi muda Indonesia gak kalah dari negara lain. Buktinya telah ada mobil listrik ITS. Ke depannya, dia berharap bahwa mobil Indonesia dapat bersaing dengan mobil-mobil konvensional yang kini masih didominasi oleh Jepang dan negara-negara Eropa.

Baca Juga: Berkat Alat Pendeteksi Lelah, ITS Meraih 3 Penghargaan Internasional!

4. Revolusi Industri 4.0 muncul karena manusia ingin serba mudah

Dr. Muh. Nur menyampaikan bahwa revolusi industri 4.0 muncul karena manusia ingin serba mudah. Dengan begitu, manusia bisa lebih menikmati hidup. Adapun, sumber tenaga menggunakan otot akan menghilang dan semua akan kembali ke otak.

Meski begitu, Indonesia belum sepenuhnya siap karena perlu merombak sistem pendidikan agar lebih baik lagi. Gak hanya mendidik siswanya menjadi karyawan yang penurut, namun juga yang berinovasi.

5. Untuk itu, generasi millennials perlu membuka pikiran, hati dan kemauan yang keras

Prof. Ketut menyampaikan, untuk bisa menghadapi revolusi industri 4.0 dan bersaing di kancah internasional, generasi millennials perlu membuka pikiran, hati dan kemauan yang tinggi. Ide dan pemikiran itu penting, namun juga perlu diselaraskan dengan hati nurani dan dipraktikkan dengan kemauan yang keras.

Revolusi industri 4.0 pun diharapkan gak menjadi momok yang menakutkan, apalagi harus dihindari dan disangkal. Namun, perlu diantisipasi. Caranya dengan beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

6. Selain seminar, ada pula pameran dan presentasi karya sebagai bukti generasi millennials siap bersaing di kancah internasional

Pada rangkaian acara ini juga terdapat pameran dan presentasi karya berupa 3D printing. Adapun, peserta yang hadir dari rekan-rekan mahasiswa ITS, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Ciputra dan Universitas Kristen Petra.

Adanya rangkaian acara FIRE ini diharapkan mampu membukakan mata generasi muda untuk bersaing di kancah internasional. Caranya dengan membangun inovasi yang berguna gak hanya untuk Indonesia, namun juga masyarakat dunia.

Baca Juga: Salut! Wiratni Masuk dalam The Most Powerful Engineers of 2018 Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *