Egy Maulana Sempat Ancam Agen bila Gagal Main di Eropa

Egy Maulana sudah resmi diperkenalkan klub asal Polandia, Lechia Gdansk. Dia menyepakati kontrak berdurasi tiga tahun.

Namun sebelum diresmikan Lechia Gdansk, Egy Maulana rupanya sempat mengancam agennya, Dusan Bogdanovic. Dia tak mau bermain bola lagi bila tak mendapatkan klub Eropa.

Egy Maulana memilih Lechia Gdansk karena para pemainnya bisa menggunakan bahasa Inggris. Berbeda dengan klub Prancis, Saint-Etienne yang sempat mengajaknya trial selama seminggu pada Desember 2017.

Dia enggan bergabung dengan Saint-Etienne karena sambutan dingin para pemainnya. Selain klub Eropa, Egy Maulana juga diincar klub-klub kaya di kawasan Asia.

“Banyak klub-klub Asia yang lebih kaya, tapi Anda tahu apa yang dikatakan Egy? Dia bilang: ‘Jika Anda (Dusan) tidak menemukan klub di Eropa, saya tidak akan bermain sepak bola lagi’,” ucap Dusan sambil menirukan perkataan Egy Maulana,

Dari banyaknya klub yang tertarik, setelah Egy Maulana masuk daftar 100 besar wonderkid terbaik versi majalah Inggris, pemain berusia 17 tahun itu memilih Lechia Gdansk.

Lechia Gdansk menjadi pilihan Egy Maulana. Dusan menegaskan, dirinya tidak memengaruhi hati pemain asal Medan itu dalam hal pilihannya.

“Egy Maulana mengatakan dengan jelas kepada saya klub pilihannya. Saya bisa menasihati dia, tetapi Egy yang memilih. Padahal dia memiliki tawaran dari Saint-Etienne, Benfica, Ajax, klub-klub Italia, dan Asia, tapi dia pilih Lechia,” ujar Dusan

Lebih lanjut, Dusan mengatakan, Lechia Gdansk menjadi klub terbaik untuk Egy Maulana mengawali kiprahnya di pentas sepak bola Eropa.

“Percayalah, Anda tidak bisa mempunyai tim kuat tanpa adanya liga yang bagus. Saya berpikir, Lechia merupakan tempat yang bagus untuk Egy di Eropa,” katanya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *