Dugaan Manuver JK Sandingkan Anies dengan Jokowi, Mungkinkah?

Ada pemandangan berbeda dalam aktivitas Wakil Presiden Jusuf Kalla belakangan ini. Dalam beberapa kesempatan, pria yang akrab disapa JK itu kerap bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tak hanya bertemu, Anies Baswedan juga bahkan terlihat bersama JK mengendarai mobil dinas berpelat RI 2, dalam menuju berbagai acara. Momen itu setidaknya sudah tiga kali terekam dalam sepekan terakhir. Yang paling hangat, keduanya terlihat semobil saat menghadiri acara halalbihalal di kantor PP Muhammadiyah. Manuver JK itu memunculkan ragam tafsiran. Ada yang mengganggap momen itu memuat pesan kuat politis jelang Pilpres 2019 mendatang. Namun ada pula yang menilai, kedekatan JK dengan Anies adalah hal biasa.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

“Secara politik Pilkada Jakarta justru sebagai bukti kedekatan tersebut. Jadi bagi kami itu lumrah saja,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Namun begitu, ia mencium ada arah politik dari keduanya. JK disebut ingin mempromosikan sosok Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan jelang Pilpres 2019. Bahkan dia menilai, JK layak disebut sebagai king maker. “Mungkin saja arah politiknya ke depan, Pak JK ingin endorse Anies untuk maju di Pilpres nanti. Kami melihat gestur itu ada,” ucap Ferdinand. Dugaan yang lebih mengerucut diembuskan Politikus PKS Nasir Djamil. Ia menilai kemesraan JK dengan Anies sebagai wahana lobi dalam Pilpres 2019. Nasir bahkan menduga, Jokowi akan ‘meminang’ Anies dalam laga 2019 mendatang.Jokowi minta sama JK untuk dapat melobi Anies untuk bersama dia nanti di Pilpres. Kan bisa jadi seperti itu,” demikian dugaan Nasir yang diungkapkan di gedung DPR.

Informasi itu diakui Anies sebagai kabar yang mengagetkan. Dia tak menyangka namanya disandingkan dengan beberapa tokoh untuk maju Pilpres 2019. Namun, Anies enggan berkomentar lebih lanjut mengenai simulasi namanya dalam pilpres. “Saya juga kaget. Kemarin itu sampai empat nama, empat muncul. Tapi begini deh, saya jangan komentar dulu sekarang,” kata Anies usai bertemu Ketua MPR Zulkifli Hasan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 5 Juli 2018. Anies merasa belum waktunya berkomentar selama belum ada wacana yang pasti mengenai pencalonan dirinya sebagai capres ataupun cawapes. Dia menganalogikan ajakan Pilpres dengan panggilan azan.

“Begini, jangan salat sebelum azan mulai. Belum ada azan kok udah salat,” ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini. Anies mengatakan, Pilpres adalah domain dari partai politik. Ia mengaku masih ingin fokus mengurus Jakarta. “Menurut saya itu adalah wilayah pimpinan partai, saya bagian bekerja dulu di Jakarta dan kita lihat nanti perkembangannya seperti apa,” tandasnya.

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *