Cerita Presiden PKS soal Persija di Pilkada DKI dan Capres Belum Menang

Presiden PKS Sohibul Iman menghadiri senam bersama dan jalan sehat yang digelar di halaman Balaikota, Jakarta, Minggu (15/4/2018). Dalam kesempatan itu, Sohibul pun diberikan waktu berorasi di hadapan ratusan kader PKS.

Dalam orasinya Sohibul mengungkit kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurut dia, saat itu pasangan Anies-Sandi adalah yang paling lemah. Baik dari segi dukungan maupun dari segi logistik. Apalagi dari hasil survei.

“Kemarin tuh di (Pilkada) DKI, pasangan nomor 1 bisa dibilang Barcelona dan yang kedua itu seperti Real Madrid dan nomor tiga itu Persija lah. Tapi mana ada yang menyangka Persija bisa menang lawan Barcelona dan Madrid,” kata Sohibul yang disambut tepuk tangan kader PKS.

Sohibul melanjutkan, jika melihat dari dukungan tokoh, pasangan nomor urut tiga juga tidak didukung oleh kekuatan besar. Sohibul menjelaskan, pertarungan pada Pilkada DKI Jakarta kemarin adalah pertarungan antar tokoh-tokoh besar.

“Bisa dilihat kemaren yang pertama (Agus-Sylvi) didukung oleh presiden dua periode yang tidak lain Pak SBY. Yang nomor dua (Ahok-Djarot) didukung oleh dua presiden yaitu Ibu Megawati dan Pak Jokowi. Dan yang ketiga (Anies-Sandi) hanya didukung calon presiden yang belum menang-menang,” beber Sohibul.

Sohibul pun menuturkan, kemenangan nomor tiga atau pasangan Anies Sandi tidak lain adalah buah dari militansi para kader. Dan militansi kader, kata Sohibul, adalah modal paling besar dibanding dana logistik yang digelontorkan atau tokoh besar tadi.

“Yang lain boleh punya triliunan tapi dengan militansi itu tidak ada apa-apanya,” Sohibul memungkasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *