Bayi Calista Meninggal, LPAI: Hukuman pada Ibu Kandung Harus Membuat Jera

Setelah dirawat selama dua pekan, bayi Calista yang dianiaya ibu kandungnya meninggal dunia di Ruang Perawatan Gawat Darurat Khusus Anak (Picu), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Jawa Barat. Bayi lucu berusia 15 bulan itu mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (25/3/2018) pukul 09.55 WIB. Bayi Calista mengalami koma. Kondisinya makin menurun sejak dirawat di Ruang PICU RSUD Karawang dari 15 hari lalu. Kini, Sinta, ibu kandung sudah berada dalam pengawasan Kapolres Karawang.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mengemukakan hukuman yang tepat untuk diberikan pada Sinta. Langkah hukum sepatutnya dapat memunculkan dua jenis efek jera.
“Efek jera langsung, yakni agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya. Efek jera tak langsung, tepatnya disebut efek tangkal agar masyarakat tidak meniru perbuatan pelaku,” kata Ketua Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) LPAI, Iip Syafrudin.

Hukuman yang diberikan dalam kasus bayi dianiaya ibu kandung ini dapat berupa risk assessment (penakaran risiko). Risk assessment ditujukan memprediksi seberapa mungkin pelaku kejahatan dengan kekerasan yang dilakukan akan mengulangi perbuatannya.

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *