Awas, Ribuan Benih Sawit Palsu Masuk Kaltim

Dinas Perkebunan Kalimantan Timur menemukan 39 ribu benih kelapa sawit tanpa sertifikat di Kutai Timur pada 28 Oktober 2017. Temuan terbaru itu dimusnahkan segera. “Saat ini, kami juga meningkatkan pengawasan dan penindakan tegas terhadap peredaran benih sawit ilegal. Petani jangan sampai dirugikan,” kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad.

Menurut Ujang, banyak kerugian yang diterima dari bercocok tanam dengan benih ilegal, yang ditengarai sebagai benih palsu. Tidak hanya kerugian finansial karena gagal panen, tapi juga dapat merusak mesin saat tanaman diolah menjadi minyak mentah (CPO).
“Tanaman dari benih yang tak tersertifikasi itu biasanya jelek. Cangkangnya tebal, bisa merusak mesin. Maraknya peredaran benih ilegal ini juga karena permintaan yang tinggi, namun ketersediaan benih unggul bersertifikat masih terbatas,” paparnya.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Ujang menjelaskan, sertifikasi bibit dan kecambah sawit bertujuan memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa benih sawit tersebut asli. Saat ini, Disbun Kaltim berhasil menyertifikasi sebanyak 439 ribu bibit dan 451 ribu kecambah kelapa sawit. “Itu untuk memastikan mutu fisik, fisiologis, dan genetis benih sawit,” ungkapnya.

Kecambah kelapa sawit asli adalah kecambah yang dibuat melalui proses hibridasi menggunakan sumber benih yang sesuai standardisasi mutu. Sedangkan, kecambah kelapa sawit palsu umumnya diproduksi sembarangan tanpa memerhatikan standar itu. Walaupun harganya cenderung lebih murah, pemakaian kecambah palsu yang mempunyai mutu tidak jelas ini akan merugikan petani. Selain masa pertumbuhan tanaman lebih lambat, tingkat produktivitasnya juga rendah, sehingga proses pengolahannya tidak efisien.

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *