Antraks Masuk Daftar Senjata Pemusnah Massal Korut

Ancaman dari Korea Utara bukan hanya berupa misil yang konon bisa menjangkau daratan Amerika Serikat, senjata nuklir, bom hidrogen, atau tentara aktif yang jumlahnya melampaui 6 juta personel. Petunjuk mengerikan baru-baru ini didapat dari tubuh seorang pembelot Korut. Antibodi antraks ternyata mengalir dalam darah eks prajurit itu. “Antibodi antraks ditemukan pada salah satu pembelot Korut yang melarikan diri tahun ini,” kata pejabat Korsel.

Keberadaan antibodi bisa berarti dua hal: ia pernah menderita antraks atau divaksin agar kebal terhadap penyakit tersebut. Jika yang kedua yang terjadi, dunia pantas khawatir. Sebab, rezim Kim Jong-un bisa jadi sedang mengembangkan senjata biologis dengan penyakit mematikan itu. “Korut punya persediaan senjata kimia dalam jumlah besar. Namun, ada satu yang tak mendapat banyak perhatian dan paling kukhawatirkan adalah program senjata biologis mereka.

Terkait senjata biologis, menurut Weber, dalam jumlah kecil saja bisa membawa hasil yang sangat mematikan. “Dalam itungan ons atau pon sudah cukup. Jutaan dosis antraks mematikan bisa terkandung dalam beberapa pon saja…Untuk cacar air bahkan hanya beberapa gram,” kata dia. Tak seperti nuklir atau bom, senjata kimia dan biologis sulit dilacak hingga ke pelakunya dan rentan penyangkalan.

Antraks adalah penyakit menular akut dan sangat mematikan yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis dalam bentuknya yang paling ganas. Sama dengan maknanya dalam bahasa Yunani, kulit para korbannya akan berubah hitam, mirip batubara. Jika tak segera dirawat, antraks bisa membunuh dalam waktu 24 jam. Sekitar 2.000 orang di dunia terinfeksi setiap tahunnya. Biasanya, penularan antraks adalah dari ternak ke manusia.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Penularan tersebut melalui tiga cara yakni, melalui kulit, oral atau pencernaan, dan pernapasan (lewat spora antraks). Penyakit itu tidak dapat menular antarmanusia, seperti halnya flu. Sejauh ini belum terkonfirmasi apakah pembelot yang kebal terhadap antraks adalah Oh Chong-song, yang pelariannya berlangsung dramatis pada November 2017. Tak hanya kurang gizi dan luka parah akibat kena tembak empat kali, di dalam perut pria 24 tahun itu ditemukan cacing parasit sepanjang 26 cm. Ia juga mengidap Hepatitis B.

Laporan intelijen Korea Selatan hanya menyebut, antraks ditemukan dalam tubuh salah satu dari empat pembelot yang kabur dari Utara sepanjang 2017. Analis pertahanan senior Shin Jong-woo dari Korea Defense Security Forum (KODEF) mengatakan, vaksin antibodi antraks mungkin diberikan kepada tentara Korea Utara yang berpartisipasi dalam proyek senjata biologis. Namun, saat media Amerika Serikat CNN mencoba untuk mengonfirmasi kabar tersebut, baik pihak intelijen dan militer Korea Selatan mengaku belum mampu memberikan klarifikasi. Pejabat kedua lembaga itu juga mengatakan, tak ada satu pun di antara empat pembelot yang mengaku bekerja di unit tempur biokimia Korea Utara.

Vaksin Antraks untuk Pejabat Korsel?

Terlepas dari benar atau tidaknya, dugaan Korea Utara sedang mengembangkan senjata biologis bikin Korea Selatan ketar-ketir. Spekulasi pun menyebar liar. Kantor Kepresidenan Korsel atau Blue House pun terpaksa mengeluarkan klarifikasi pada Pada 24 Desember 2017. Juru bicara Kepresidenan Park Soo-hyun menjelaskan, badan pencegahan dan pengendalian penyakit Korsel atau Korea Centers for Disease Control and Prevention membeli 1.000 dosis vaksin antraks untuk diberikan kepada badan antiteror dan warga yang terpapar bakteri itu. Vaksin itu tiba di Korsel pada November 2017.

Park menambahkan, Blue House juga membeli 350 dosis vaksin antraks untuk persiapan. Namun, ia menegaskan, pengadaan tersebut dilakukan pada masa pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Presiden Park Geun-hye. Pengadaan dilakukan pascainsiden 2015, tatkala pihak AS tak sengaja mengirimkan bakteri antraks ke Pangkalan Udara Osan, Korsel. Akibatnya 22 personel terdampak. Park juga membantah bahwa Presiden Moon Jae-in dan sejumlah pejabat Korsel telah disuntik vaksin antraks tersebut untuk mencegah ancaman senjata biologis dari Korut.

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *