Antara Uang Dan Kehormatan Ala Jack Ma

Uang bukanlah hal segalanya bagi miliarder asal China Jack Ma. Bahkan, saat membangun kerajaan bisnisnya, Alibaba, keputusan yang dia ambil jauh dari sekadar bisnis. Menurut Jack Ma, keputusan yang berkaitan soal uang bukanlah keputusan yang strategis. Dia mengibaratkan, direktur keuangan yang baik sulit untuk jadi direktur utama yang baik lantaran direktur keuangan hanya memikirkan soal uang.

“Orang yang otaknya hanya dipenuhi masalah uang sulit untuk berbuat kebaikan. Sulit juga membuat persahabatan. Waktu Alibaba didirikan, kita dalam kondisi yang sulit, kita tidak punya apa-apa, tidak ada orang percaya apa yang kami lakukan. Orang-orang bilang kami gila, kami penipu,” kata dia. Uang bukan yang membuat Alibaba bertahan hingga saat ini. Bahkan, Jack Ma juga menegaskan bukan pula sumber daya ataupun orang berbakat.

“Sebenarnya yang kami punya adalah prinsip perusahaan. Prinsip itu adalah utamakan pelanggan, kerja sama tim, dan integritas. Kalau kalian lihat hal ini kosong dan tidak ada nilai uangnya,” ujar dia. Jack Ma pun menceritakan awal mula membangun Alibaba. Dia bilang, Alibaba dibangun dalam keadaan benar-benar miskin. Namun, dia percaya, internet akan terus berkembang pada masa depan.

Agen Judi Bandar Togel – Casino – Live Games Pool Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Alibaba memulai usaha dari membantu perusahaan yang ingin berjualan ke luar negeri dan dibayar tahunan. Namun, setelah setahun, justru pendapatan yang diterima perusahaan lebih kecil dari yang dibayarkan ke Alibaba. “Pegawai kami merasa sedih karena merugikan klien kami,” ungkapnya. Setelah itu, para karyawan itu berkata jujur kepada perusahaan tersebut jika internet memiliki masa depan yang cerah tapi tidak segera. Jika perusahaan berniat memutus kerja sama tidak menjadi masalah.

“Hasilnya adalah klien kami malah menyemangati pegawai-pegawai kami yang masih muda. Mereka bilang, perubahan perdagangan tradisional menjadi internet, perlu waktu, perlu latihan,” Jack menerangkan. Hal-hal seperti itu membuat Jack Ma semakin percaya membangun perusahaan tak semata soal uang. Buktinya, hingga saat ini banyak perusahaan yang setia menjadi mitra Alibaba.

“Sesudah sepuluh tahun membangun bisnis ini, satu hal yang paling mendalam buat saya adalah pengusaha dalam mengambil keputusan masa depan perusahaannya, tidak ada hubungannnnya dengan uang,” ujar dia. Jack Ma mengaku, Alibaba pernah berada di masa sulit. Yang paling menyakitkan, kata Jack Ma, Alibaba dalam posisi untuk mendapatkan pekerjaan harus memberi suap.

“Maka kami mengadakan rapat seharian di Hangzhou. Kalau kami kasih suap, kami akan bertahan, tetapi kalau tidak mau, kami bisa bangkrut. Sampai jam 4 sore, saya masih ingat hari itu, kami memutuskan, kami selamanya tidak akan kasih suap, selamanya tidak menempuh jalan ini,” paparnya.

Dengan mempertahankan prinsip tersebut, perlahan Alibaba mendapat untung. Namun, Alibaba kembali menemui masa sulit di mana dua pegawainya memberikan komisi dan suap. Padahal, pegawai itu memberi peran yang besar bagi perusahaan. Tak mau semboyan hanya omong kosong, Jack Ma akhirnya memecat dua pegawai tersebut.

Sikap anti terhadap suap selalu dijaga oleh Jack Ma. Bahkan, hal itu dituangkan dalam setiap kontrak kerja sama serta menjadi aturan kerja bagi pegawai. “Sekarang ini pegawai Alibaba sangat dihargai masyarakat. Ini bukan karena bisnis kami membesar. Tapi karena aturan yang ada di pegawai kami. Di mana-mana kami diterima dengan ramah,” tukas dia

Agen Judi Bola – Casino – Poker Terpercaya Dengan Minimal Deposit Hanya 20 Ribu untuk Pendaftaran Silakan KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *